Kamis, 24 Mei 2012

KARANGAN

Karangan adalah sebuah wacana yang terdiri dari beberapa paragraf padu dan memiliki kesatuan antara paragraf satu dengan yang lainnya. Sehingga dalam satu karangan memiliki sebuah judul dan tema yang menggambar keseluruhan isi karangan tersebut. Berdasarkan sifatnya karangan dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
A. Karangan Fiksi dan Nonfiksi
1. Karangan Fiksi
Karangan fiksi yaitu karangan yang berisi kisahan atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang. Fiksi atau cerita rekaan biasanya berbentuk roman, novel, dan cerita pendek (cerpen).
Fiksi ilmiah atau fiksi ilmu pengetahuan adalah fiksi yang ditulis berdasarkan ilmu pengetahuan, teori, atau spekulasi ilmiah.
Karangan fiksi berusaha membangkitkan perasaan atau menggugah emosi pembacanya. Itulah sebabnya, tulisan ini lebih dipengaruhi oleh subjektivitas pengarangnya. Bahasa tulisan fiksi selain bermakna konotatif dan asosiatif yaitu makna tidak sebenarnya. Selain itu juga bermakna ekspresif yaitu membayangkan suasana pribadi pengarang. Bahasa tulisan fiksi juga sugestif yaitu bersifat memengaruhi pembaca dan plastis yaitu bersifat indah untuk menggugah perasaan pembaca.
2. Karangan Nonfiksi
Karangan nonfiksi yaitu karangan yang dibuat berdasarkan fakta, realita, atau hal-hal yang benar-benar dan terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Tulisan nonfiksi biasanya berbentuk tulisan ilmiah dan ilmiah populer, laporan. artikel, feature, skripsi, disertasi, makalah, tesisi, dan sebagainya.
Karangan nonfiksi berusaha mencapai taraf objektivitas yang tinggi, berusaha menarik dan menggugah nalar (pikiran) pembaca. Bahasa karangan nonfiksi bersifat denotatif dan menunjuk pada pengertian yang sudah terbatas sehingga tidak bermakna ganda.

B. Jenis Karangan
1. Narasi
Narasi adalah jenis karangan yang bertujuan untuk menceritakan suatu pokok persoalan. Persoalan atau peristiwa dalam narasi biasanya disampaikan secara kronologis dan mengandung plot atau rangkaian cerita. Selain itu, dalam karang narasi juga terdapat tokoh yang diceritakan, baik manusia maupun bukan manusia.
2. Deskripsi
Karangan deskripsi bersifat informatif, tulisan didasarkan atas hasil pengamatan, dan pembaca diajak menikmati apa yang telah dinikmati (meniru kesan) penulis. Namun, dalam karangan ini susunan peristiwa tidak menjadi pertimbangan utama, yang penting pesan sampai kepada pembaca.
3. Eksposisi
Eksposisi adalah jenis karangan yang bertujuan menerangkan suatu pokok masalah atau pikiran yang dapat memperluas pengetahuan seseorang/ pembaca. Untuk mempertegas masalah yang disampaikan biasanya dilengkapi dengan data-data kesaksian, seperti gambar, grafik, statistik, dan sebagainya. Jika dalam deskripsi kesan subjektif pengarang tampak lebih menonjol, dalam eksposisi tidak.
4. Argumentasi
Argumentasi adalah jenis karangan yang berisi ide atau gagasan yang dilengkapi dengan bukti-bukti kesaksian yang dijalin menurut proses penalaran yang kritis dan logis, dengan tujuan memengaruhi atau meyakinkan pembaca untuk menyatakan persetujuannya. Jika dalam eskposisi penutup karangan berupa penegasan, dalam argumentasi penutup karangan berupa simpulan.
5. Persuasi
Persuasi adalah karangan yang disampaikan dengan cara-cara tertentu, berisfat ringkas, menari, dan memengaruhi secara kuat kepada pembaca sehingga si pembaca terhanyut oleh siaratan isinya.

C. Tema dan Judul Karangan
1. Tema merupakan masalah, persoalan, gagasan, pikiran, atau ide utama yang dikembangkan dalam tulisan. Tema harus ditentukan sebelum menulis. Dengan demikian tema menjiwai seluruh tulisan.
2. Judul bukan merupakan masalah pokok atau ide karangan. Judul hanyalah sekedar nama karangan. Istilah lainnya adalah kepala karangan. Judul tidak harus ditetapkan sebelum menulisa, tetapi dapat ditentukan setelah karangannya selesai. Jika tema bersifat mengikat, judul bersifat bebas. Namun, yang perlu diingat bahwa judul sebaiknya berhubungan dengan tema. Syarat judul secara umum adalah singkat, jelas, menarik, dan menggambarkan isi karangan.
Contoh: Komposisi
             Filsafat Ilmu
             Panduan Menulis Surat Lengkap
             Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia
Yang harus diperhatikan dalam penulisan judul yaitu judul harus ditulis mengacu pada EyD (menggunakan huruf kapital sebagai huruf pertama semua kata, termasuk unsur kata ulang sempurna, kecuali kata depan seperti di, ke, dari, dan kata lainnya seperti yang dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal judul). Judul tidak boleh diakhiri dengan tanda baca.

D. Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah miniatur bentuk karangan. Kerangka karangan dapat membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan pokok tiap bagian dalam karangan sehingga dapat diketahui idenya sudah sistematik atau belum.
Penyusunan kerangka karangan bermanfaat:
1. memudahkan menyusun karangan
2. memudahkan mencari atau menentukan bahan
3. menghindari uraian yang menyimpan dari tema
4. menghindari keterulangan pembahasan suatu masalah
5. membantu menciptakan klimaks yang berbeda-beda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar