Halaman

Tampilkan postingan dengan label Kebahasaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebahasaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Mei 2012

FRASE

A. Batasan Frase
Frase adalah satuan gramatikal yang merupakan kesatuan linguistik dan tidak melebihi batas fungsi atau jabatan kalimat (S, P, O, Pel, dan K). Sebuah kalimat Adik saya sedang belajar di kamar dibagi menjadi beberapa frase:
adik saya : menduduki fungsi subjek
sedang belajar : menduduki fungsi predikat

Senin, 14 Mei 2012

JENIS-JENIS KATA


Kata adalah kumpulan bunyi ujaran yang mengandung sebuah arti yang jelas. Atau, kata adalah susunan dari huruf-huruf abjad yang mempunyai arti tertentu. Dengan demikian,m apabila ada kumpulan bunyi ujaran atau kumpulan beberapa huruf abjad namun tidak mengandung arti yang jelas, maka itu tidak dinamakan kata.
Menurut jenisnya, dalam bahasa Indonesia kata dapat dibedakan menjadi sepuluh jenis, yaitu :

AFIKSASI (IMBUHAN)


Afiksasi merupakan nama lain dari morfem terikat. Morfem terikat merupakan kata yang tidak dapat berdiri sendiri. Sedangkan kata yang dapat berdiri sendiri disebut sebagai morfem bebas. Morfem bebas merupakan kata dasar yang dapat berdiri sendiri. Kata dasar dapat berupa kata benda, kata sifat, kata kerja, dan lain-lain. Penggabungan morfem bebas dan morfem terikat akan membentuk kata jadian.
Afiksasi dibedakan menjadi beberapa kelompok:

KESALAHAN BERBAHASA


 Dalam pemakaian bahasa Indonesia, termasuk bahasa Indonesia ragam ilmiah, sering dijumpai  penyimpangan dari kaidah yang berlaku sehingga mempengaruhi kejelasan pesan yang disampaikan. Penyimpangan/ kesalahan umum dalam berbahasa Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

1.Hiperkorek
Hiperkorek adalah kesalahan berbahasa karena “membetulkan” bentuk yang sudah benar sehingga menjadi salah. Contoh:

MORFOLOGI


Morfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mengkaji bentuk bahasa serta pengaruh perubahan bentuk bahasa pada fungsi dan arti kata. Sasaran dalam pengkajian dalam morfologi ialah kata dan morfem. Kita mengetahui bahwa bentuk-bentuk kata dalam bahasa Indonesia harapan, beraharap, dan diharapkan pastilah mengandung lebih dari satu unsur, yaitu unsur harap ,dan sejumlah unsur yang lain seperti -an,-ber,-di,-dan,-kan. Semua unsur itu disebut morfem.

BUNYI VOKAL DAN KONSONAN

Secara umum bunyi bahasa dibedakan atas vokal, konsonan, dan semivokal. Perbedaan antara vokal dan konsonan didasarkan pada ada atau tidaknya hambatan (proses artikulasi) pada alat bicara. Bunyi huruf vokal adalah bunyi yang tidak disertai hambatan pada alat bicara, hambatan hanya terdapat pada pita suara, tidak terdapat artikulasi, semua vokal dihasilkan dengan bergetarnya pita suara. Dengan demikian semua vokal adalah bunyi suara. Sedangkan, bunyi huruf konsonan adalah bunyi yang dibentuk dengan menghambat arus udara pada sebagian alat bicara, terdapat artikulasi.